Kabupaten Aceh Utara: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kabupaten Aceh Utara''' terletak di Provinsi [[Aceh]], [[Indonesia]]. Luas wilayah Kabupaten Aceh Utara adalah 2.705,255 km² dengan jumlah penduduk 641.007 jiwa pada Desember 2024. | '''Kabupaten Aceh Utara''' terletak di Provinsi [[Aceh]], [[Indonesia]]. Luas wilayah Kabupaten Aceh Utara adalah 2.705,255 km² dengan jumlah penduduk 641.007 jiwa pada Desember 2024. | ||
Wilayah administrasi Kabupaten Aceh Utara dibentuk berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 yang diundangkan pada 24 November 1956. <ref>Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara</ref> | Wilayah administrasi Kabupaten Aceh Utara dibentuk berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 yang diundangkan pada 24 November 1956 dan pada awalnya merupakan bagian dari Provinsi [[Sumatera Utara]]. <ref>Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara</ref> | ||
Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 1956 yang diundangkan pada 7 Desember 1956, wilayah ini kemudian menjadi bagian dari Provinsi [[Aceh]] yang dimekarkan dari Sumatera Utara. <ref>Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Propinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Propinsi Sumatera Utara </ref> | |||
Kedudukan Kabupaten Aceh Utara sebagai sebuah daerah otonom saat ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2024 yang diundangkan pada 2 Juli 2024. <ref>Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2024 tentang Kabupaten Aceh Utara di Aceh</ref> | Kedudukan Kabupaten Aceh Utara sebagai sebuah daerah otonom saat ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2024 yang diundangkan pada 2 Juli 2024. <ref>Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2024 tentang Kabupaten Aceh Utara di Aceh</ref> | ||
Revisi per 20 Maret 2025 23.22
Kabupaten Aceh Utara terletak di Provinsi Aceh, Indonesia. Luas wilayah Kabupaten Aceh Utara adalah 2.705,255 km² dengan jumlah penduduk 641.007 jiwa pada Desember 2024.
Wilayah administrasi Kabupaten Aceh Utara dibentuk berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 yang diundangkan pada 24 November 1956 dan pada awalnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Utara. [1]
Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 1956 yang diundangkan pada 7 Desember 1956, wilayah ini kemudian menjadi bagian dari Provinsi Aceh yang dimekarkan dari Sumatera Utara. [2]
Kedudukan Kabupaten Aceh Utara sebagai sebuah daerah otonom saat ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2024 yang diundangkan pada 2 Juli 2024. [3]
Populasi
| No. | Bulan & Tahun | Jumlah Penduduk (jiwa) |
|---|---|---|
| 1. | Desember 2021 | 600.163 |
| 2. | Juni 2022 | 609.705 |
| 3. | Desember 2022 | 619.506 |
| 4. | Juni 2023 | 624.582 |
| 5. | Desember 2023 | 627.543 |
| 6. | Juni 2024 | 633.633 |
| 7. | Desember 2024 | 641.007 |
Agama
| No. | Agama | Jumlah Penduduk (jiwa) | ||
|---|---|---|---|---|
| Des 2022 | Jun 2023 | |||
| 1. | Islam | 619.221 | belum ada data | |
| 2. | Kristen | 164 | belum ada data | |
| 3. | Katolik | 36 | belum ada data | |
| 4. | Hindu | 0 | belum ada data | |
| 5. | Buddha | 85 | belum ada data | |
| 6. | Konghucu | 0 | belum ada data | |
| 7. | Kepercayaan terhadap Tuhan YME | 0 | belum ada data | |
| Total | 619.506 | belum ada data | ||
Pemerintahan
Ibukota Kabupaten Aceh Utara adalah Kota Lhoksukon.
Dewan Perwakilan
Pemilihan Umum Tahun 2024 dilaksanakan pada 14 Februari 2024 untuk memilih 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Aceh Utara dari 6 daerah pemilihan. [4]
Kepala Daerah
Kabupaten Aceh Utara dipimpin oleh 1 orang walikota dan 1 orang wakil walikota yang dipilih melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Wilayah Administrasi
Kabupaten Aceh Utara terdiri atas 27 kecamatan dan 852 gampong.
| No. | Kecamatan | Gampong |
|---|---|---|
| 1. | Baktiya | 57 |
| 2. | Baktiya Barat | 26 |
| 3. | Banda Baro | 9 |
| 4. | Cot Girek | 24 |
| 5. | Dewantara | 15 |
| 6. | Geureudong Pase | 11 |
| 7. | Kuta Makmur | 39 |
| 8. | Langkahan | 23 |
| 9. | Lapang | 11 |
| 10. | Lhoksukon | 75 |
| 11. | Matangkuli | 49 |
| 12. | Meurah Mulia | 50 |
| 13. | Muara Batu | 24 |
| 14. | Nibong | 20 |
| 15. | Nisam | 29 |
| 16. | Nisam Antara | 6 |
| 17. | Paya Bakong | 39 |
| 18. | Pirak Timur | 23 |
| 19. | Samudera | 40 |
| 20. | Sawang | 39 |
| 21. | Seunuddon | 33 |
| 22. | Simpang Kramat | 16 |
| 23. | Syamtalira Aron | 34 |
| 24. | Syamtalira Bayu | 38 |
| 25. | Tanah Jambo Aye | 47 |
| 26. | Tanah Luas | 57 |
| 27. | Tanah Pasir | 18 |
| Total | 852 |
Referensi
- ↑ Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara
- ↑ Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Propinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Propinsi Sumatera Utara
- ↑ Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2024 tentang Kabupaten Aceh Utara di Aceh
- ↑ Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2023 tentang Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dalam Pemilihan Umum Tahun 2024
